Anonimitas dalam Blog

Masalah identitas dalam internet merupakan hal yang tidak akan habis-habisnya dibahas. Bagi sebagian orang, penggunaan nickname yang unik merupakan suatu kewajaran karena di dalam internet yang dipentingkan adalah isi bukan si penulis. Sehingga identitas berguna untuk merujuk siapa penulisnya dan makin baik tulisannya, maka makin dianggap dapat dipercaya penulis tersebut. Namun di dunia nyata, identitas memiliki atribusi lain selain dari penujuk nama seseorang. Identitas seseorang biasanya dijejali fitur-fitur tertentu seperti usia, tingkat pendidikan, alamat, dll. Fitur-fitur inilah yang membuat kebiasan dalam melihat tulisan yang dibuat sang pemilik identitas tersebut.

Dengan semakin banyaknya pengguna internet, makin banyak hal-hal yang membuat dunia nyata dan maya bertabrakan. Dari kejelasan identitas twitter pejabat atau selebritis tertentu, nama di facebook, proses peradilan atas masalah yang berlangsung di dunia maya, transaksi jual beli barang melalui internet, dan lainnya. Selain itu, internet dianggap sebagai tempat yang nyaman untuk menyampaikan sesuatu yang dianggap berbahaya di dunia nyata. Untuk menyampaikan hal tersebut biasanya melalui Wikileaks atau ngeblog secara anonim. Alasan untuk menjadi anonim dapat menjadi masuk akal dalam hal narablog adalah whistleblower atau aktivis politik di negara represif. Namun ngeblog secara anonim maupun tidak dapat menjadi suatu kejahatan dalam hal isi yang diblog adalah informasi rahasia negara yang dimana narablog adalah orang yang memiliki akses terhadap informasi tersebut atau narablog mengeblog sesuatu mengenai pekerjaannya yang sebenarnya adalah informasi yang harus dirahasiakan menurut kontrak kerja.

Continue reading ‘Anonimitas dalam Blog’

Incorrectly Sunda

So I got myself searching Sunda related stuff at Amazon.com out of curiosity; and these are the things that need corrections.

1.

41GNVMM0MSL._SS500_

Alright people, the background is clearly temple Borobudur which located way long in Central Java not in West Java. Beside that the girl’s costume seems taken from the Wayang Orang’s Costume not the Peacock Dancer’s costume (Sunda’s traditional dance).

2.514ZG3VCSTL._SS500_The costume is clearly a Balinese Dancer not traditional costume of Sundanese people.

The Mind and the Wind

An excerpt from Haruki Murakami’s Hard Boiled Wonderland and the End of the World:

Chapter 6: Shadow

To tell the truth, I do not know this thing called ‘mind,’ what it does or how to use it. It is only a word I have heard.”

“The mind is nothing you use," I say. “The mind is just there. It is like the wind. You simply feel its movements.”

*read the book again*

Truth, Identity, and Conscience

So I bump into a wonderful place which has bookstores namely Barnes & Noble and Borders yester-month, and here that I’ve got:

Read:

Half-way through

Not yet read

Need time to read them all.

Quasi Hereditary Monarchy

I’m a closeted fan of royalty life especially those who live around 19th-20th century like Queen Victoria of the United Kingdom, King Christian IX of Denmark and their descendant. The knowledge of the royal family is very helpful when you learn about the history of their era with all the drama that left behind. For example like Willy-Nicky-Georgie war history. However, the idea of a royal family that rule in Indonesia never been an idea that accepted by me. I don’t know why. I just think it will be inappropriate to have one here.

Strange enough at the recent legislative and presidential campaign, there are so many people who claimed that because I’m a descendant from <insert any hero/former leader/famous people name here>. There are several reasons why those people doing such things, which are:

  1. Advert wise, it makes them more recognizable than others since voters will know who they are by associating them to their ancestor;
  2. Nostalgic value wise, some voters miss old golden era where food is cheap but people cannot talk freely or where the country has the pride in international area but the inflation soars. Therefore, by associating themselves, they can make the voters think that the golden era may return if they chosen to the office; or
  3. Make the voter think that they are a better leader than others since they have the former leader’s blood through their vein. I’m hoping none of them use this reason. Having Wilhelm the Great as grandad does not make Wilhelm II a good leader in German Empire either.

I know this thing is not only happen here. USA has Kennedy, Bush, Taft, etc political family, Phillipine has Aquino, and etc. However, please do show and highlight your own ability, qualification and achievment rather than the famous ancestor. I don’t want this country to be a quasi hereditary monarchy where the leader being chosen due to their blood rather than their skill.

Iklan Caleg

Dari perjalanan mudik/liburan kemarin, berikut beberapa iklan caleg yang saya temui di perjalanan.

27122008(009)

28122008(002)

Gambar-gambarnya, silakan diklik untuk melihat ukuran besarnya.

Continue reading ‘Iklan Caleg’

Sci-Fi Wasabi

Disclaimer: Isi blog ini tidak berkaitan dengan lagu dari Cibo Matto yang berjudul Sci-Fi Wasabi.

Wasabi_and_soy_sauce_by_williamnyk

Gambar diambil dari Wikimedia.

Beberapa minggu ini, saya mendadak kangen makan sushi dan crispy seawood seaweed. Keinginan untuk makan crispy seawood seaweed yang walaupun cukup menguras kantong dapat dengan mudah dipenuhi di Sun Zugos (toko snack) yang ada di Mall yang menjual crispy seaweed dengan harga termurah dengan tempat yang mudah terjangkau. Sementara untuk makan sushi sendiri, sebenarnya saya pernah melihat leaflet restoran yang menjual masakan Jepang termasuk sushi di Lippo Karawaci, tapi saya lagi enggak niat muter-muterin Mall buat nyari sushi doang. Kalau muter-muterin Mall buat nyari Lotion merek tertentu sih pernah.

Kebetulan, saya mesti ke PI buat ngurus IELTS. Dan tentunya PI ada PIM dong. Jadi ya sudah, setelah urusan IELTS selesai, saya langsung ngesot nyetir ke PIM buat nyushi. Secara oh secara lagi bokek, mesen sushinya yang ‘murah’ aja yaitu 1 piring Nigiri Sushi (ada 2 buah sushi/piring) dan 1 piring Uramaki Sushi (ada 6 buah sushi/piring) serta green tea buat minumnya. Yang namanya makan sushi kan enakan pake wasabi dong aw, nah wasabinya itu ditambahinnya agak-agak kebanyakanlah. Saya-nya enggak nyadar dan terjadilah ‘bencana’ dimana aroma wasabi tersebut menyebar ke hidung dan bikin hidung sakit abis. Bleh.

Akhirnya, saya berpikir bahwa daripada kebanyakan wasabi, mendingan kebanyakan lada apalagi lada hitam. Kalau wasabi kan efek pedasnya dihidung, merica efek pedasnya di tenggorokan jadi udah agak-agak di bagian terakhir proses makan dan tentunya ada efek lega di tenggorokan. Lupakan cabe, soalnya cabe pedesnya di lidah, kebanyakan makan cabe langsung kerasa enggak enaknya.

Abstract: Legal Aspect on Limit of State Responsibility in Implementing Security Council’s Asset Freezing Sanction toward Taliban and Al-Qaeda

There is no agreed definition of terrorism. However, the effects of terrorist conducts are widely feared by civil societies as terrorists have done bombings, kidnappings, plane hijackings, etc. toward them indiscriminately.

The Security Council of the United Nations considers terrorism as a threat to international peace and security, and hence has issued several Resolutions under Chapter VII of the Charter of the United Nations that intended to prevent and punish terrorism.

Security Council Resolution 1267 (1999) and several Resolutions afterward issued asset freezing as a sanction to the Taliban, and later on Al-Qaeda, as those are considered as terrorist organizations. This sanction is intended to prevent their further acts by asset freezing of a list of individuals and entities related to them. However there are several flaws at the sanction mechanism that caused so many faulty designations and implementations which will endanger human rights and the rules of law.

The thesis shall be posted later on.

P.S Many thanks for Difo who has made so many grammar-related correction.

Daftar Bacaan saat Liburan

Tumpukan Buku

Tumpukan Buku

Daftar bacaan yang anda lihat di foto adalah daftar bacaan saya saat liburan (sesuai judul entri blog tentunya). Dimulai dari yang paling bawah yaitu skripsi saya saat masih draft kesekian-kesekian tapi udah tebelnya amit-amit (udah 200-an halaman). Kemudian disusul Politica-nya Aristoteles yang dari zaman SMA belum dibaca beserta Political Ideologies dari Andrew Heywood yang belum selesai dibaca dari 6 bulan yang lalu.

Kalau buku yang “Why the Toast Always Lands Butter Side Down” itu hasil komporan dari Difo. Belum dibaca soalnya blom sempet. Lalu ada 5 buku Penguin Classics yang 4 diantaranya diberikan oleh Difo. :D

Oh, ya kalau penasaran dengan isi skripsi saya, silakan baca entri blog saya setelah ini, tapi kalau saya mood update blog ya. :P

Sekripsih

Perkembangan skripsi saya cukup menyedihkan. Oleh pembimbing udah boleh masuk bagian Pembahasan (BAB IV) sih, tapi tadi siang baru sadar kalau ada bagian yang pentiiiing banget blom dimasukin di BAB II. Masakan skripsi yang membahas pembekuan aset teroris tidak membahas mekanisme pembekuan aset itu sendiri. Doooooh capeee deh. Kok bisa lupa gini ya. *jedot2 dahi*

Btw, bukannya saya sok bule; kalau seandainya saya bisa membalikkan waktu mungkin akan saya tulis ulang skripsi saya pake bahasa Inggris. Kenapa? Karena kalau pake bahasa Indonesia suka bingung nerjemahin kata-kata tertentu dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia lagian di kampus skripsi boleh pake bahasa Inggris.. Sulit sekali mencari padanan kata untuk “attribution”. Ok, attribution memang bisa diterjemahkan ke atribusi tapi atribusi kan bukan bahasa baku. Gemanaa doooong.

Aduuuh, semoga jangan sampai extend deh bikin skripsinya.

Next Page »


Tanggalan

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kontak

Just email me at: nendaif[at]gmail.com

RSS Randomness of The Day

Polyvore

Amazon.com’s Wishlist

My Amazon.com Wish List

del.icio.us links

Foto-foto

P1000151

28092008(061)

28092008(060)

More Photos

Human Rights Watch Campaign

HRW Campaign