Masalah identitas dalam internet merupakan hal yang tidak akan habis-habisnya dibahas. Bagi sebagian orang, penggunaan nickname yang unik merupakan suatu kewajaran karena di dalam internet yang dipentingkan adalah isi bukan si penulis. Sehingga identitas berguna untuk merujuk siapa penulisnya dan makin baik tulisannya, maka makin dianggap dapat dipercaya penulis tersebut. Namun di dunia nyata, identitas memiliki atribusi lain selain dari penujuk nama seseorang. Identitas seseorang biasanya dijejali fitur-fitur tertentu seperti usia, tingkat pendidikan, alamat, dll. Fitur-fitur inilah yang membuat kebiasan dalam melihat tulisan yang dibuat sang pemilik identitas tersebut.
Dengan semakin banyaknya pengguna internet, makin banyak hal-hal yang membuat dunia nyata dan maya bertabrakan. Dari kejelasan identitas twitter pejabat atau selebritis tertentu, nama di facebook, proses peradilan atas masalah yang berlangsung di dunia maya, transaksi jual beli barang melalui internet, dan lainnya. Selain itu, internet dianggap sebagai tempat yang nyaman untuk menyampaikan sesuatu yang dianggap berbahaya di dunia nyata. Untuk menyampaikan hal tersebut biasanya melalui Wikileaks atau ngeblog secara anonim. Alasan untuk menjadi anonim dapat menjadi masuk akal dalam hal narablog adalah whistleblower atau aktivis politik di negara represif. Namun ngeblog secara anonim maupun tidak dapat menjadi suatu kejahatan dalam hal isi yang diblog adalah informasi rahasia negara yang dimana narablog adalah orang yang memiliki akses terhadap informasi tersebut atau narablog mengeblog sesuatu mengenai pekerjaannya yang sebenarnya adalah informasi yang harus dirahasiakan menurut kontrak kerja.







Recent Comments