Pesan Masal yang Mengganggu

Dengan fasilitas Mass Message di Yahoo kita dapat mengirimkan pesan ke banyak orang dalam satu kali paket tindakan yang tidak perlu diulang, maka pemanfaatannya haruslah untuk suatu tujuan penting. Karena mass message dapat diibaratkan dengan berteriak menggunakan pengeras suara agar semua orang dapat mendengarkannya, maka tentunya harus dipergunakan untuk tujuan penting yang bersifat pengumuman penting agar kontak Y!M kita mendapat informasi tanpa merasa diganggu oleh informasi yang tidak kita butuhkan.

Bagi saya, informasi penting itu seperti ucapan selamat hari raya, pembukaan blog baru, minta doa kalau ada apa-apa, permohonan untuk pertolongan yang penting, dan semacamnya. Sayangnya, sekarang ada beberapa orang yang menyalahgunakan fungsi mass message ini, seperti untuk mengirimkan link-link dengan frekuensi sering tanpa melihat pentingnya link tersebut atau mempergunakan mass message untuk spamming berpromosi produk mereka (entah link blog atau apapun). Apabila satu atau dua orang (sedikit) yang melakukannya, akan tidak terlalu mengganggu. Namun coba anda bayangkan keadaan seperti ini:

Bayangkan anda mengikuti milis yang anggota aktifnya 50 orang. Dalam keadaan ‘ramai’ karena jam kantor, yang online di Y!M bisa mencapai 33 orang. Dari 50 orang tersebut, 43 diantaranya memiliki blog yang aktif diupdate. Pada suatu keadaan, anda sedang serius bekerja, dan 15 dari teman milis anda itu kebetulan mengupdate blognya dalam satu jam tertentu. Tentunya, pekerjaan anda dapat terganggu karena ketika sedang asyik bekerja, sedikit-sedikit ada pesan yang muncul yang dimana isi dari pesan tersebut sudah anda ‘pesan’ sebelumnya melalui feed reader. Redundan dan mengurangi produktivitas. Belum lagi apabila komputer yang anda gunakan merupakan komputer lama yang kecepatannya seperti siput. Menurut pengalaman Adhi dan Gunawan, hal ini dapat mengakibatkan komputer crash atau minimal hang.

Saya heran dengan motivasi komunitas blogger tertentu dan jebolannya (yang milis hanyalah contoh apabila anak Gajah melakukannya, tapi tentunya hanya oknum yang demikian; rata-rata sih justru enggak suka praktek seperti itu :P ) yang suka sekali mass message link ke blog mereka di Y!M. Apabila blog mereka bagus, tentunya akan saya masukkan ke feed reader saya dan akan saya kunjungi serta komentari saat sempat. Tidak usah mass message. Mengganggu! Aku Bilang Cukup!™

7 Responses to “Pesan Masal yang Mengganggu”


  1. 1 Effendi February 20, 2008 at 9:15 am

    Nah, sudah agak lama saya bertobat melakukan hal ini. :|
    Semenjak entry “PERCUMA!” *entry misuh-misuh yang komennya ditutup lalu entry ini dihapus*…

    Lumayan annoying juga sih, dan barusan seperti yang ditulis Y!Mku tiba-tiba HANG gara-gara ada mesej masuk, padahal lagi koding…. AGHHH!!!

    All Hail Feed-Reader!!

  2. 2 kw February 21, 2008 at 8:49 am

    nyepam kan di larang dan dianggap tak sopan. tapi tetap aja masih banyak yang melakukan,.

  3. 3 Andrew Anandhika Wijaya February 25, 2008 at 4:27 pm

    ah saiyah melakukannya…

    mohon maaf untuk semuanya….

    akan saya coba kurangi frekuensinya sedikit-sedikit hingga menjadi tidak sama sekali…

    *kecanduan*

  4. 4 funkshit April 19, 2008 at 9:38 am

    hehee .. .sepam yang menyebalkan . .walopun udah di dahului dengan kata “Maaf, mau nyepam” tetep aj menyebalkan

  5. 5 DensS cessario April 21, 2008 at 3:23 am

    lagi enak2 nonton —- di youtube tau tau,

    Guys, aku lagi di dealer motor, asik mo debeliin motor sama mama. Sendall>


  1. 1 Gunawan Rudy dot Com » Pesan Massal dan Sebuah Argumen Trackback on April 18, 2008 at 12:43 pm
  2. 2 Playing the Irony « RosenQueen, company. Trackback on June 5, 2008 at 3:09 pm

Leave a Reply




Tanggalan

February 2008
M T W T F S S
« Sep   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Kontak

Just email me at: nendaif[at]gmail.com

RSS Randomness of The Day

Polyvore

Amazon.com’s Wishlist

My Amazon.com Wish List

del.icio.us links

Foto-foto

P1000151

28092008(061)

28092008(060)

More Photos

Human Rights Watch Campaign

HRW Campaign