Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya melakukan salah satu pekerjaan rumahnya dalam mengawasi tayangan televisi Indonesia. KPI baru saja mengeluarkan daftar 10 tayangan telebisi yang bermasalah.
Tayangan-tayangan bermasalah tersebut, adalah:
- Cinta Bunga (SCTV),
- Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI),
- Extravaganza (Trans TV),
- Jelita (RCTI),
- Mask Rider Blade (ANTV),
- Mister Bego (ANTV),
- Namaku Mentari (RCTI),
- Rubiah (TPI),
- Si Entong (TPI), dan
- Super Seleb Show (Indosiar)
Walaupun daftar tayangan bermasalah tersebut ini rasanya belum lengkap (kebanyakan sinetron menurut saya tidak mendidik dalam arti ceritanya ‘bodoh’, logika ceritanya lemah) namun langkah KPI ini dapat diacungi jempol. Tentunya, pengawasan KPI ini perlu diperbaiki di masa depan agar dapat menjaring lebih banyak tayangan sinetron ‘bodoh’ lainnya dan mengurangi terjadinya false positive, seperti pada tayangan Extravaganza yang menurut subjektifitas saya walaupun humornya dewasa tapi cerdas. Selain itu, KPI juga rasanya perlu mencantumkan alasan yang lebih rinci mengapa tayangan tersebut bermasalah, tidak hanya mencantumkan alasan bahwa tayangan-tayangan tersebut:
…suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik, sosial, dan psikologis) baik dalam bentuk tindakan verbal maupun non verbal, pelecehan terhadap kelompok masyarakat maupun individual, penganiayaan terhadap anak serta tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan.
Ngomong-ngomong, sensor materi di televisi dan internet berbeda. Hal ini karena sulit untuk memberikan peringatan yang cukup terhadap suatu materi yang ditayangkan di TV. Lihat saja kasus Janet Jackson di tayangan Superbowl. Sementara di internet untuk merestriksi materi tertentu agar hanya dapat dilihat oleh orang yang pantas bisa dilakukan dengan rambu-rambu seperti password. Selain itu, materi yang beredar di internet relatif lebih banyak daripada di TV, lagipula di internet apabila ada materi yang ‘bodoh’ mudah untuk mencari materi lain yang lebih bagus dan pada akhirnya materi bagus ini yang laku beda dengan televisi yang materinya jauuuh lebiiih terbatas.
Update: Kapanlagi.com memiliki alasan-alasan spesifik mengapa tayangan televisi tersebut bermasalah.




Yaah, nggak salah juga. Kamen Rider kan termasuk genre tokusatsu 17+. Banyak strong words sama gebuk2annya, lagian.
AFAIK, CMIIW, hal2 semacam ini sempat jadi isu tersendiri berkenaan dengan broadcasting anime di US. Jalan keluarnya sih, mereka mengedit flick yang bersangkutan sebelum dirilis di TV setempat. (o_0)”\
(e.g. Gundam SEED: peluru handgun diganti laser, strong words removal — Saint Seiya: darahnya nggak di-paint merah, dsb.)
Kenapa cerita dangdut sekali tayang yang biasa ada di Indosiar nggak dimasukin sih?
Sama yang gw nggak suka juga… itu, tayangan advertorial Agung Sedayu group (or else) yang biasa ada di Metro TV. Bermuka dua banget, kalo lagi nayangin berita Metro TV memojokkan pemerintah abis-abisan dengan menunjukkan kemiskinan atau pengrusakan lahan, tapi disisi lain dia mengiklankan secara eksklusif Perumahan Pantai Indah Kapuk yang notabene penyebab hilangnya hutan bakau muara angke…
yaaaah… kok extravaganza masuk daftar sih?
Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
Kayaknya hampir semua sinetron di Indonesia saat ini tidak layak tayang karena tidak punya pesan moral apapun selain menjual mimpi, konsumerisme dan kekerasan.
Gini saya ada reffernsi bagus, yaitu DAAI TV, walau kecendurangan contentnya hanya untuk kalangan tertentu, tapi menurut saya bagus-bagus acara yang disajikan. Banyak pesan moral yang disampaikan. Atau kalau mau mendingan ga usah punya tivi.
Untuk informasi daai tv lebih lengkap di http://id.wikipedia.org/wiki/Da_Ai_TV
salam
hary
http://www.harihariku.co.nr
Kalo kata temen, seminggu penuh nonton TV Indonesia dijamin IQ langsung nurun sekian dijit. Tau deh bener pa engga. Jarang nonton TV, hehe.